FAHMI FAIZAR RACHMAN – NPM : 13214780
1EA19
A.
“ANAK DI SERUDUK KERBAU, AYAH BINGUNG MENCARI
BIAYA OPERASI”
Santoso, ayah korban kerbau
"ngamuk" di Kalideres, Jakarta Barat tampak lemas memikirkan
nasib putranya yang terkapar di di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Hermina Daan
Mogot.
Ayah dari Syaifullah ini tak tahu ke mana harus mencari biaya pengobatan anaknya. Syaifullah (13) mengalami gegar otak, ada pendarahan sedikit di bagian dalam kepalanya sehingga harus segera dioperasi.
Pria asal Leuwiliang, Bogor Jawa Barat ini mengaku kebingung, lantaran biaya operasi yang terlampau mahal. "Semuanya Rp 100 juta. Makanya itu secepatnya anak saya harus dipindahkan ke rumah sakit pemerintah, mungkin bisa meringankan saya," ujar Santoso, yang berprofesi sebagai buruh bangunan.
Santoso yang merupakan warga Gang Madrasah RT05/01 Kalideres itu menuturkan kembali, luka yang dialami Syaifullah berada di kepala belakang. Luka itu akibat benturan setelah tubuh anak malang tersebut diseruduk kerbau dari belakang.
Ayah dari Syaifullah ini tak tahu ke mana harus mencari biaya pengobatan anaknya. Syaifullah (13) mengalami gegar otak, ada pendarahan sedikit di bagian dalam kepalanya sehingga harus segera dioperasi.
Pria asal Leuwiliang, Bogor Jawa Barat ini mengaku kebingung, lantaran biaya operasi yang terlampau mahal. "Semuanya Rp 100 juta. Makanya itu secepatnya anak saya harus dipindahkan ke rumah sakit pemerintah, mungkin bisa meringankan saya," ujar Santoso, yang berprofesi sebagai buruh bangunan.
Santoso yang merupakan warga Gang Madrasah RT05/01 Kalideres itu menuturkan kembali, luka yang dialami Syaifullah berada di kepala belakang. Luka itu akibat benturan setelah tubuh anak malang tersebut diseruduk kerbau dari belakang.
Menurut saya dengan kejadian tersebut
seharusnya pemerintah memberikan bantuan kepada bapak tersebut untuk
melangsungkan proses operasi anak nya.
B.
"Pagi itu anak yang diseruduk sedang asyik
bermain petak umpat dan lari-larian bersama teman temannya, di gang kecil dekat
rumahnya. Tanpa kita tahu, kerbau yang mengamuk itu datang dari arah belakang.
Badan anak saya sampai keangkat sama kepala kerbaunya. Keangkat,
terlempar, terus terpelanting ke aspal jalan. Pas terbanting itu kepala anak
saya terbentur keras sampe lukanya parah begitu," kata Santoso.
Bapaknya mengaku tidak menuding atau meminta pertanggungjawaban warga, atas kecelakaan tersebut. Ia hanya berharap, anaknya lekas sembuh.
"Kalau kejadiannya begini, enggak ada yang bisa disalahkan. Ini kan musibah. Tetapi bapaknya bingung saja ini harus mencari biaya operasi dari mana. Anak nya juga mengeluh kesakitan dari tadi," ujarnya.
Bapaknya mengaku tidak menuding atau meminta pertanggungjawaban warga, atas kecelakaan tersebut. Ia hanya berharap, anaknya lekas sembuh.
"Kalau kejadiannya begini, enggak ada yang bisa disalahkan. Ini kan musibah. Tetapi bapaknya bingung saja ini harus mencari biaya operasi dari mana. Anak nya juga mengeluh kesakitan dari tadi," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar