Minggu, 23 November 2014

Fahmi faizar ranchman (13214780)
1EA19

Si Pitung


Suatu sore, Pak Piun dan Bu Pinah sedang duduk di balai-balai bambu. Beberapa hari lagi  Bu Pinah akan melahirkan, Pak Piun bahagia, sambil menggumamkan doa. Padi yang baru saja dipanen dirampas oleh centeng-centeng Babah Liem. Babah Liem adalah tuan tanah yang ada di kampung Rawabelong, dia mengangkat centeng-centeng dari pribumi untuk menagih pajak yang digunakan untuk membayar ke Belanda. Bu Pinah pun melahirkan anaknya dan diberi nama Pitung. Si Pitung terdidik menjadi anak yang sopan, suka menolong dan sholeh. Si Pitung belajar agama dan silat pada Haji Naipin. Haji Naipin mencurahkan semua ilmunya kepada Pitung, bahkan ia diberi ilmu pancasona, yaitu ilmu kebal senjata, ilmu itu digunakan untuk membela dari kezaliman.
Suatu ketika Pitung melihat kesewenangan centeng-centeng Babah Liem terhadap tetangganya. Pitung ingin menolong, tetapi dilarang oleh ibunya. Di hari lain Pitung melihat kejadian itu lagi, Pitungpun melawan mereka, akhirnya Pitung dapat mengalahkan mereka. Suatu hari Pak Piun menyuruh Pitung menjual kambing ke pasar. Ternyata, si Pitung dibuntuti oleh seorang centeng. Centeng mengawasi ketika Pitung mengantongi uang di saku. Pitung singgah di mushola, ketika ia melepas baju untuk mandi dan berwudhu, uang tersebut diambil oleh centeng. Di rumah ia dimarahi oleh ayahnya, dan Pitung kembali ke pasar untuk mencari orang itu dan menemukannya sedang berkumpul dengan teman-temanya di warung kopi. Pitung datang dan menghardik mereka. Mereka marah dan menyerang Pitung, namun pada akhirnya mereka kalah.
Pitung memutuskan untuk membela rakyat jelata dan membentuk kelompok untuk merampok harta orang kaya yang akan dibagikan kepada orang yang kekurangan. Orang-orang kaya pun tidak tentram. Schout Heyne, Kontrolir Kebayoran, memerintah untuk mencari tahu keberadaan Pitung. Pitung pun berpindah-pindah tempat. Sampai akhirnya mereka terjebak dan tertangkap. Pitung meloloskan diri melalui genteng penjara. Schout memerintah untuk menangkap Pak Piun dan Haji Naipin, mereka dibui karena tidak mau mengatakan keberadaan Pitung. Pitung mendengar ayahnya dan gurunya dibui, lalu Pitung menyerahkan diri. Pitung tetap tidak akan menyerah, walaupun ia sudah tertangkap. Hal ini menyebabkan Schout Heyne marah bersiap menembak Pitung dan Pitungpun roboh bersimbah darah.
Pitung dimakamkan beberapa hari kemudian, banyak rakyat yang mengiringi jenazah. Beberapa bulan kemudian Schout Heyne dipecat dari jabatan Kontrolilr Kebayoran karena ia telah menembak orang yang tidak melawan saat ditangkap.

Ulasan saya tentang cerita si pitung ini,
Tema yang ada dalam cerita ini adalah kepahlawanan, ini terbukti dari sikap si Pitung yang kecewa dengan kesewenang-wenangan tuan tanah Belanda. Ia menunjukkan kepahlawanannya dengan merampok harta para tuan tanah dan menyerahkan hasil rampokannnya kepada rakyat jelata.
Si pitung ini diposisikan sebagai tokoh utama dalam cerita ini. Ia dikenal memiliki jiwa kepahlawanan karena merampok harta milik tuan tanah yang selalu bertindak sewenang-wenang. Ia juga memiliki jiwa keberanian karena berhasil melawan para anak buah Liem Tjen Soen dan meminta uang yang dicuri oleh seorang preman yang sedari awal membuntuti dirinya saat setelah si Pitung menjual kambingnya.
Cerita ini menggunakan alur maju karena cerita berjalan dari awal sampai akhir cerita. Cerita ini bersifat kronologis.

Selasa, 18 November 2014

Tugas IBD Puisi

FAHMI FAIZAR RACHMAN(13214780)
1EA19

ANUGERAH TUHAN

Tak ada sepatah kata pun yang dapat terucap
Melihat hadirmu didunia ini
Saat mendengar isak tangis mu dimalam gelap
Hanya kebahagiaan yang menyertai         

Engkau Adalah Sebuah Kain Sutra Yang Berharga
Yang Harus Dibilas Dengan Sabar Bila Ternoda
Yang Harus Dihaluskan Dengan Penuh Perasaan Bila Kusut
Yang Harus Disulam Dengan Tekun Bila Terkoyak          
                       
Kan ku rawat kau sepenuh hati
hingga menjadi orang yang berbakti
Kan kudidik kau segenap hati
Hingga kau berhasil di hari nanti  
                                               
                                                Engkaulah anugerah titipan tuhan
                                                Anugerah terindah yang aku miliki
                                                Engkaulah tanggung jawabku
                                                Hingga kelak kau menjadi dewasa.
                                                           




Selasa, 11 November 2014

TUGAS IBD 7



FAHMI FAIZAR RACHMAN(13214780)
1EA19
TUGAS BUDAYA DASAR

 









A.      Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dan contoh gambar diatas merupakan contoh budaya islam dan budaya barat.

B.      Gambar diatas merupakan 2 contoh budaya yang sangat berbeda. Islam merupakan budaya yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah, syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya. Sedangkan budaya barat hampir semua bertentangan dengan islam, sebagai contoh seperti gambar diatas, islam melarang manusia mengotori kulitnya dengan tato. tato adalah menusuk-nusukkan jarum atau yang sejenisnya kepada kulit sehingga mengalirkan darah kemudian diberikan alkohol atau yang sejenisnya sehingga menjadi biru. Tato ini biasa dilakukan di tangan, wajah, badan bahkan kaki dan juga di bagian tubuh lainnya. Melakukan tato pada kulit adalah perbuatan yang diharamkan Allah swt, sebagaimana disebutkan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Alqomah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Allah melaknat orang-orang yang mentato dan yang minta untuk ditato.” (HR. Bukhori)

C.      Menurut pendapat saya, budaya islam lah yang benar. Karena budaya islam adalah  gaya dan cara hidup yang bersih , mudah , suci dan selamat bagi setiap orang manusia. Dan agama yang diridhai oleh Allah SWT, tuhan yang maha Esa.