Fahmi Faizar Rachman (13214780)
1EA19
Prosa
adalah hasil karya sastra yang bersifat paparan atau berbentuk cerita. Prosa
sering disebut karangan bebas karena tidak mengandung rima dan ritme seperti
halnya puisi. Prosa yang termasuk dalam karya sastra sebagai berikut :
a.
Prosa fiksi, misalnya cerpen, roman, dan novel.
b.
Prosa nonfiksi, misalnya biografi, autobiografi, esai, dan kritik.
Jenis
Prosa Fiksi
Cerpen
adalah cerita yang menurut wujudnya fisiknya berbentuk pendek.
Ciri-ciri
cerpen :
Alur
atau plotnya tunggal/sederhana.
Latar
yang dituliskan hanya sesaat dan dalam lingkungan terbatas.
Hanya
mengungkapkan satu masalah kehidupan.
Pemusatan
perhatiannya hanya pada satu tokoh.
Roman
adalah sejenis prosa yang menceritakan tokoh utamanya dari kecil hingga dewasa
bahkan sampai meninggal dunia.
Sedangkan
novel adalah sejenis prosa yang tokoh utamanya mengalami perubahan nasib.
Ciri-ciri roman dan novel :
Memiliki
lebih dari satu alur/plot.
Umumnya
tokoh cerita banyak dengan berbagai karakter.
Teme
lebih kompleks, ditandai dengan tema-tema bawahan.
Mengandung
latar geografi atau tempat para tokohnya bermain.
Unsur-unsur
Prosa Fiksi
Unsur
Intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam karya sastra, misalnya : tema,
alur/plot, latar, penokohan, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa.
1. Tema
Tema
adalah ide pokok suatu cerita. Tema cerpen, roman atau novel biasanya
menyangkut persoalan kehidupan manusia, misalnya keberanian, kasih sayang,
kekuasaan, dan sebagainya.
2.
Amanat
Amanat
adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya.
3.
Latar
Latar
adalah seluruh keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana sebagai lokasi
dan situasi yang melingkungi tokoh-tokoh dalam cerita.
4.
Penokohan
Penokohan
adalah cara pengarang menggambarkan watak atau karakter tokoh-tokoh cerita.
Untuk menggambarkan karakter tokoh dapat dilakukan antara lain dengan :
penggambaran
fisik dan perilaku tokoh. penggambaran kebiasan tokoh. penggambaran lingkungan
kehidupan tokoh. pengarang menceritakan secara langsung. penggambaran tokoh
lain.
5.
Sudut pandang atau point of view
Sudut
pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita.Sudut pandang orang
pertamaciri-cirinya :
1.
Memakai tokoh aku atau saya dalam cerita.
2.
Pengarang menjadi tokoh utama atau tokoh pembantu.
Sudut
pandang orang ketigaciri-cirinya :
1.
Menggunakan tokoh ia, dia atau memakai nama orang.
2.
Pengarang berdiri di luar cerita, tidak memegang peranan.
6.
Plot atau alur
Plot
adalah jalinan peristiwa di dalam karya sastra. Macam-macam alur :
Alur
bawahan, alur tambahan yang disisipkan di sela-sela alur utama.
Alur
longgar, alur yang jalinan peristiwanya tidak memperlihatkan hubungan yang
padu.
Alur
erat, alur yang jalinan peristiwanya memperlihatkan hubungan yang padu.
Alur
menanjak, alur yang jalinan peristiwanya menanjak sampai cerita selesai.
Alur
mundur, alur yang jalinan peristiwanya mengisahkan peristiwa masa lalu.
Tahapan-tahapan
alur :
Pengenalan
situasi cerita.
Pengungkapan
peristiwa.
Menuju
pada adanya konflik.
Puncak
konflik.
Puncak
penyelesaian atau ending.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar